NEWS UPDATE :  

BERITA

Peringatan 95 Tahun Sumpah Pemuda, Momentum Bangkitkan Semangat Nasionalisme

Kepala MTs Darul Amin Palangka Raya, Muhammad Noor, memimpin upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke 95. Menandakan semangat jiwa muda yang berkarya, bersamaan peringatan hari Sumpah Pemuda ini, upacara dilaksanakan dengan menggunakan seragam pramuka sebagai dresscode. Hadir upacara tersebut, Kepala MA Darul Amin, Yuli Sukowati, seluruh peserta didik Darul Amin beserta dewan guru di kawasan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darul Amin, pembina dan pelatih pramuka, serta mahasiswa PM 2, mengikuti rangkaian upacara tersebut, Sabtu (28/10/23).


Menjalankan amanah pemerintah untuk melaksanakan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke 95, upacara ini, berjalan dengan sederhana dan khidmat. 

Sempat diguyur hujan deras yang mengakibatkan halaman lapangan upacara Darul Amin tergenang banjir, tidak menyurutkan semangat para pemuda-pemudi Darul Amin untuk melaksanakan upacara tersebut. Pelaksanaan upacara dialihkan pada halaman lapangan belakang madrasah. 

Tanpa pasukan pengibar bendera, acara ini dirangkai dalam runtutan penghormatan bendera merah putih, pembacaan Pancasila, UUD, dan Sumpah Pemuda, serta menyanyikan bersama lagu-lagu wajib Nasional. 

Memberikan amanat, Kepala MTs Darul Amin, selaku pembina upacara menuturkan bahwa kegiatan upacara peringatan seperti ini akan menjadi motivasi peserta didik untuk semangat belajar. 
"Mengingat pengorbanan dan kerja keras para pemuda bangsa memperjuangkan kemerdekaan bangsa, untuk menghargai perbedaan", ujarnya. 

" Berasal dari suku, agama, adat istiadat, tempat, dan daerah yang berbeda-beda, tidak menjadikan alasan perpecahan bagi kita. Justru perbedaan inilah yang menjadikan kita kuat dengan segala keanekaragamanya.

M. Noor menambahkan, "peringatan sumpah pemuda ini dapat kita jadikan sebagai motivasi diri untuk semangat berjuang memeroleh ilmu", tuturnya. 

Usai menyanyikan lagu wajib nasional, M. Noor kembali berpesan agar rasa nasionalisme dan patriotisme kita dapat tumbuh serta mendarah daging, maka hendaknya seluruh hadirin peserta upacara mampu mengingat dan menghafalkan kembali lagu-lagu wajib nasional. 
"Mari tumbuhkan rasa cinta tanah air kita, minimal menghafalkan isi sumpah Pemuda dan lagu-lagu wajib nasional. Jangan sampai hal-hal seperti ini justru hilang dalam diri kita sebagai penyandang identitas bangsa Indonesia", pungkasnya.



(Humas_DA Pky)