NEWS UPDATE :  

BERITA

Peringatan Isra Miraj, Habib Ahmad bin Novel bin Jindan Ingatkan Untuk Jaga Lisan

Momen Isra Mi'raj merupakan salah satu momen penting untuk mengevaluasi dan mengintropeksi diri kita tentang keteladanan kepada Nabi junjungan Muhammad SAW. Yayasan pendidikan Pondok Pesantren Darul Amin Palangka Raya menyelenggarakan peringatan Isra Mi'raj 1445 Hijriah, Senin (29/01/2024). Acara tersebut digelar sekaligus dalam rangka Haul ke-19 abah guru Sekumpul.  

Acara ini bertempat di Aula pendopo utama Darul Amin, dengan dihadiri oleh seluruh warga Darul Amin. Turut hadir segenap Pengurus Yayasan dan Pondok Pesantren Darul Amin, Kepala Madrasah Aliyah dan Kepala Madrasah Tsanawiyah, serta guru dan tenaga pengajar di Darul Amin.

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh tenaga pengajar Pondok Pesantren Darul Amin, Nova Hidayah Aini dan Maulia Permata Sari. Selanjutnya, laporan Ketua panitia penyelenggaraan, Ahmad Riduan. 
Dalam laporannya, Ahmad Riduan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama demi kelancaran acara tersebut. 
"Saya selalu Ketua, menyampaikan ucapan Terima kasih atas bantuan kerja keras dan dukungan dari seluruh pihak yang telah berpartisipasi demi kelancaran acara ini", tuturnya. 

Hadir memberikan tausiah, Habib Ahmad bin Novel bin Jindan, memberikan ceramahnya terkait peristiwa Isra Mi'raj. 
"Isra Mi'raj bukanlah peristiwa mustahil bagi Allah. Sebagaimana di dalam Surah Al-Isra, yang sebelumnya tadi dibacakan, bahwa Allah telah memperjalankan hamba-Nya, yaitu Muhammad dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa", ujar Habib Ahmad. 

"Memperjalankan seorang hamba hingga langit ke tujuh, bukan hal yang tidak mungkin jika kita menyadari bahwa Allah lah yang menjadi penyebabnya. Karena Allah Maha Kuasa dan mampu atas segala sesuatu sesuai kehendakNya", terang beliau. 

Beliau juga menjelaskan bahwa lisan dan perkataan yang diucapkan bisa menjadi berbahaya dan berujung petaka. 
"Jika kita telusuri lebih dalam, segala akar permasalahan yang menyesatkan itu berasal dari lisan atau perkataan yang diucapkan", katanya. 

" Seorang hamba yang tidak bisa menjaga lisannyalisannya, sehingga menganggap remeh ucapan yang disampaikannya, sedangkan melukai atau menyesatkan orang lain, maka ia akan masuk ke dalam jurang neraka. Ia akan terombang-ambing di jurang neraka selama 70 tahun lamanya", ujarnya mengingatkan. 

"Maka dari itu, mari kita jadikan momen Isra Mi'raj ini sebagai muhasabah diri agar senantiasa menjaga lisan untuk berkata yang baik dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT", pungkas Habib Ahmad. 


Usai memberikan tausiahnya, Habib Ahmad bin Novel bin Jindan memimpin pembacaan doa, sebagai penutup acara peringatan Isra Mi'raj ini.




(Humas_DA Pky)