NEWS UPDATE :  

BERITA

Berlangsung Sederhana, Tiga Ustadz di Pondok Pesantren Darul Amin Berikan Tausyiah pada Peringatan Isra Miraj

PALANGKA RAYA, HUMAS - Meraih keberkahan penuh pada Jum'at terakhir di bulan Januari, Pondok Pesantren Darul Amin Palangka Raya bersama Madrasah yang dinaunginya, yakni MTs Darul Amin, MA Darul Amin, dan Program Tahfiz Darul Amin Palangka Raya menyelenggarakan peringatan peristiwa penting bagi umat Islam, Jumat (31/01/2025). Pagi Jum'at yang biasanya diisi dengan kegiatan pembelajaran Muhadharah, kali ini diisi dengan acara peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. 

Seluruh hadirin yang menempati Aula Terbuka Darul Amin saat itu tampak khusyuk mengikuti jalannya acara yang diawali dengan sholawat dan habsyi. Usai pembacaan Mahalul Qiyam dan doa, acara dilanjutkan dengan pembukaan serta tausyiah singkat. 

Muhammad Noor, Kepala MTs Darul Amin, mengatakan bahwa meskipun acara peringatan Isra Mi'raj ini dilaksanakan di bulan Sya'ban, namun semangat niat hati untuk meraih keberkahan peristiwa bersejarah di bulan Rajab tersebut yang mewujudkan terlaksananya acara ini. 

"Pada hari ini, kita tidak hanya memperingati momentum perjalanan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 27 Rajab saja, namun acara ini juga kita selenggarakan dalam rangka menyambut 1 Sya'ban", ucap M. Noor kala membuka acara.

Berlangsung secara sederhana, acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan tausyiah singkat yang disampaikan oleh 3 orang Ustadz yang merupakan Pengurus Yayasan dan tenaga pengajar di Pondok Pesantren Darul Amin.

Tausyiah pertama disampaikan oleh Ustadz Gafuri Rahman, Sekretaris Yayasan Al Amin Palangka Raya. Beliau menyampaikan keutamaan peristiwa Isra Mi'raj serta hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Ustadz Gafuri menjelaskan bahwa melalui mukjizat diperjalanannya Nabi Muhammad pada malam 27 Rajab kala itu adalah untuk menerima perintah dari Allah SWT, salah satunya adalah perintah mengerjakan salat wajib. 

"Melalui peristiwa Isra Mi'raj ini, Nabi Muhammad mendapatkan perintah dari Allah yang kemudian disampaikan kepada seluruh umatNya, yaitu untuk melaksanakan kewajiban salat 5 waktu sejumlah 17 rakaat. Perintah ini bukanlah suatu hal yang dapat disepelekan. Oleh karena itu, sebagai umat Muslim yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka kita harus menunaikan perintah salat 5 waktu ini", jelasnya.

Melanjutkan tausyiah yang disampaikan Ustadz Gafuri, Ustadz M. Wildan Anshari, Wakil Ketua Yayasan Al Amin, mengingatkan kepada seluruh peserta didik untuk senantiasa berprasangka baik (husnuzon) kepada siapapun dan terhadap apapun. 

"Tetaplah berbuat baik dan berprasangka baik kepada apapun. Terutama kepada Bapak dan Ibu Guru yang sering menasihati kalian. Karena sejatinya, marah, nasihat, dan arahan yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru itu adalah wujud kasih sayang untuk membentuk kalian menjadi insan yang budiman", ucap Ustadz Wildan.

Tausyiah terakhir disampaikan oleh Ustadz Mahmud yang mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersalawat kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk cinta padaNya.

Acara diakhiri dengan berdoa untuk meraih keberkahan dan perlindungan pada bulan-bulan mulia ini, terutama mendekati bulan Ramadhan. Senantiasa kita panjatkan doa memohon kepada Allah agar diberikan keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban ini. Terlebih lagi mendekati bulan Ramadhan agar kita semua bisa dipertemukan dengan bulan puasa yang penuh kemuliaan dan ampunan tersebut.